"Akulah Panglima Balatentara TUHAN"
Selama perjalanan padang gurun hingga menyeberangi sungai Yordan, dan semakin dekat dengan Yerikho, Tuhan sering berfirman kepada Yosua tetapi belum menampakkan kemuliaan-Nya kepada Yosua. Sekaranglah Tuhan menampakkan kemuliaan-Nya, saat setelah pengudusan dan peringatan Paskah serta tantangan yang semakin jelas di depan mata. Mengapa Tuhan menampakkan kemuliaan-Nya? Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Perhatikan ayat 13. Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: "Kawankah engkau atau lawan?" Bagaimana ayat ini menunjukkan keberanian Yosua sebagai pemimpin? Ingat keberhasilan-keberhasilan yang sudah dialami Yosua!
Namun... Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." (ayat 14). Perhatikan. Jawabannya bukanlah "lawan" ataupun "kawan" bagi Yosua, dia tidak memposisikan diri sederajat dengan Yosua. Tetapi dialah Panglimanya, peperangan adalah miliknya dan dia sendiri yang akan maju berperang. Bagaimana respon Yosua terhadap konfrontasi Tuhan kepadanya? Bagaimana Yosua disadarkan tentang siapa dirinya dihadapan Tuhan dan pekerjaan-Nya?
"Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?" Yosua sadar dan langsung sujud menyembah. Sejak awal pelayanannya, Yosua telah diingatkan bahwa pemimpin utama laskar Israel adalah Tuhan sendiri. Dan, pengakuan kepemimpinan Tuhan membawa Yosua taat akan firman-Nya, yang memerintahkan agar Yosua menanggalkan sepatunya. Ingat peristiwa dulu ketika Musa dipanggil, bertemu Tuhan di semak duri yang menyala-nyala tapi tidak terbakar? (Keluaran 3:5). Menjaga diri kudus menjadi dasar untuk senantiasa berkenan kepada Tuhan dan menikmati pimpinan-Nya.
Sangat konkrit Tuhan menyatakan diri menyertai Yosua. Tuhan yang akan berperang. Kesadaran ini membuat Yosua sujud menyembah, menjaga kekudusan hidup dan taat pada firman-Nya. Kita tahu, akhirnya Yosua dan bangsa Israel berhasil masuk tanah Kanaan, seperti yang dijanjikan Tuhan.
Bagaimana dengan Saudara? Ketika menghadapi tantangan kehidupan sebagai orang percaya, bersediakah Saudara percaya bahwa hidup sebenarnya tentang Tuhan dan kemuliaan-Nya menggenapkan rencana keselamatan-Nya? Bersediakah Saudara menyerahkan kendali kepada-Nya, bahwa Tuhan yang menjadi Panglimanya? Ataukah Saudara berjuang dengan mengandalkan kekuatan sendiri, dalam kehidupan dan panggilan dimanapun Tuhan tempatkan saat ini? Bagaimana Saudara menjaga kekudusan hidup, taat pada firman-Nya dan sujud menyembah Dia?
Tuhan menyatakan diri menyertai Saudara. "Akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Yesus Kristus telah mengalahkan maut, Dia-lah Panglima Saudara. Beritakanlah! Tuhan Yesus Kristus memberkati. (erd260121)
No comments:
Post a Comment