Setelah memeriksa tembok Yerusalem yang runtuh, Nehemia tahu bahwa akhirnya telah tiba waktunya untuk membagikan visinya. Sebagaimana halnya dengan semua orang yang sedang membagikan visinya, Nehemia tidak tahu bagaimana orang-orang ini akan menanggapi. Bagaimanapun, ia adalah pendatang baru. Mereka telah biasa hidup tanpa manfaat dari tembok-tembok perlindungan selama beberapa generasi. Dari yang ia ketahui, kemungkinan mereka mungkin akan mengusirnya keluar kota, atau menertawakannya, atau lebih buruk dari itu, sekedar mengabaikannya.
Akan tetapi, orang dengan visi dari Allah adalah orang yang mengerjakan misi. Ia tidak dapat diam selamanya. Nehemia berupaya mengumpulkan orang bersama-sama. Dan kemudian ia membagikan visinya bagi kota itu.
Setiap visi yang mampu menggerakkan terdiri dari empat komponen, seperti dalam kutipan singkat pidato Nehemia di atas.
1)
Apa masalahnya? (ayat 17a),
2)
Apa solusinya (ayat 17b),
3)
Apa alasan sesuatu harus dilakukan (ayat
17b), dan
4)
Apa alasan sesuatu harus dilakukan
sekarang (ayat 18a).
Dan
bagaimana hasilnya? (ayat 18b).
Dengan menjawab keempat pertanyaan ini akan memungkinkan Anda mengikat pikiran, hati, imajinasi, dan energi orang lain. Ketika Anda dapat menyampaikan dengan jelas jawaban dari keempat pertanyaan ini, Anda siap mengumumkan visi Anda kepada khalayak. Khalayak bisa berarti pasangan Anda, anak perempuan Anda yag berumur enam belas tahun atau sebuah ruangan konferensi yang penuh dengan para relawan atau team pelayanan. Konteksnya tidak terlalu penting karena prinsipnya sama.
Ketika mereka yakin bahwa itu adalah jalan memuliakan Allah, akan selalu ada beberapa orang akan bertanya, "Sampai sejauh mana saya dapat memberikan hidup saya untuk visi ini?"
Bagaimana dengan visi hidup Saudara (dalam banyak persoalan keluarga/bidang/profesi/pekerjaan/pelayanan)? Bagaimana Saudara mengumumkannya?
Tuhan Yesus Kristus memberkati.
